Power Amplifier 14 Watt IC TDA2030. IC TDA2030 adalah sebuah chip IC yang di desain khusus sebagai power amplifier yang bekerja pada kelas AB dan di gunakan sebagai penguat audio frekuensi rendah. Di dalam power amplifier 14 watt terdapat IC TDA2030 yang dapat memberikan daya output pada sumber tegangan simetris kurang lebih 14 volt DC dan beban 4 ohm.
Rangkaian power amplifier dengan IC TDA2030 merupakan power amplifier yang sederhana dengan menggunakan sedikit komponen. IC TDA2030 merupakan IC yang memiliki 5 kaki dengan fungsi sebagai :
Pin 1, jalur input non-inverting
Pin 2, jalur input inverting
Pin 3, jalur sumber tegangan negatif (-Vs)
Pin 4, jalur output power amplifier
Pin 5, jalur sumber tegangan positif (+Vs)
aplikasi dasar yang menggunakan IC TDA2030 dengan sumber tegangan simetris 14 volt DC. Power amplifier TDA2030 dapat memberikan daya output sebesar 14 watt pada beban speaker 4 ohm. Rangkaian ini juga membutuhkan sumber tegangan arus sebesar 3,5 A yang sudah teregulasi.
Fitur unggulan yang di miliki dari skema IC di atas adalah :
Short Circuit Protection yaitu kemampuan IC TDA2030 dalam mengatasi kondisi output yang di hubungkan secara singkat. IC ini akan mati secara otomatis apabila terdeteksi jalur output yang hubung singkat. Sehingga arus yang mengalir pada bagian akhir rangkaian akan tetap aman dan tidak merusak IC TDA2030 tersebut.
Yang kedua adalah Thermel Shutdown. Thermel Shutdown merupakan salah satu kemampuan IC TDA2030 dalam mendeteksi panas pada bagian body IC. Apabila dalam rangkaian terdeteksi suhu yang berlebihan maka IC TDA2030 ini akan mati atau bisu dengan sendirinya, sehingga kondisi suhu dalam chip IC akan normal. Feature yang satu ini akan bekerja apabila pada saat suhu IC TDA2030 mencapai 150° C.
Demikian penjelasan singkat mengenai Power Amplifier 14 Watt IC TDA2030, semoga artikel kali ini dapat membantu..
Rangkaian power amplifier dengan IC TDA2030 merupakan power amplifier yang sederhana dengan menggunakan sedikit komponen. IC TDA2030 merupakan IC yang memiliki 5 kaki dengan fungsi sebagai :
Pin 1, jalur input non-inverting
Pin 2, jalur input inverting
Pin 3, jalur sumber tegangan negatif (-Vs)
Pin 4, jalur output power amplifier
Pin 5, jalur sumber tegangan positif (+Vs)
aplikasi dasar yang menggunakan IC TDA2030 dengan sumber tegangan simetris 14 volt DC. Power amplifier TDA2030 dapat memberikan daya output sebesar 14 watt pada beban speaker 4 ohm. Rangkaian ini juga membutuhkan sumber tegangan arus sebesar 3,5 A yang sudah teregulasi.
Fitur unggulan yang di miliki dari skema IC di atas adalah :
Short Circuit Protection yaitu kemampuan IC TDA2030 dalam mengatasi kondisi output yang di hubungkan secara singkat. IC ini akan mati secara otomatis apabila terdeteksi jalur output yang hubung singkat. Sehingga arus yang mengalir pada bagian akhir rangkaian akan tetap aman dan tidak merusak IC TDA2030 tersebut.
Yang kedua adalah Thermel Shutdown. Thermel Shutdown merupakan salah satu kemampuan IC TDA2030 dalam mendeteksi panas pada bagian body IC. Apabila dalam rangkaian terdeteksi suhu yang berlebihan maka IC TDA2030 ini akan mati atau bisu dengan sendirinya, sehingga kondisi suhu dalam chip IC akan normal. Feature yang satu ini akan bekerja apabila pada saat suhu IC TDA2030 mencapai 150° C.
Demikian penjelasan singkat mengenai Power Amplifier 14 Watt IC TDA2030, semoga artikel kali ini dapat membantu..

Rangkaian Resistor
Beban resistor yang terhubung dengan sumber tegangan bolak-balik, maka tegangan pada ujung-ujung resistor dapat dinyatakan dengan rumus:
V = Vm . sin ωt.
Dengan mengabaikan GGL induksi yang timbul pada resistor, besarnya arus listrik yang mengalir melalui resistor dapat ditentukan dengan hukum ohm persamaan:
i = V / R
i = (Vm sinω t)/R
Dengan mengganti besaran Vm/R = im (arus maksimum), maka persamaan dapat dituliskan:
i = im . sin ωt.
Dalam persamaan yang terakhir diatas, tampak bahwa kuat arus listrik yang mengalir melalui resistor juga merupakan fungsi sinusiodal. Jadi arus listrik ini juga merupakan arus bolak-balik.
Gambar dibawah ini diperlihatkan grafik yang melukiskan tegangan bolak-balik dan kuat arus listrik bolak-balik dalam suatu sistem koordinat yang sama.

V dan I untuk rangkaian resistor
Dari grafik diatas tampak bahwa V dan I mencapai nilai maksimum, nol dan minimum pada saat yang ber samaan. Pada keadaan demikian, dikatakan bahwa V dan i mempunyai fase yang sama (sefase).
Cara lain untuk memperlihatkan hubungan antara V dan i dapat dilakukan dengan melukiskan dengan diagram phasor, seperti yang diperlihatkan dalam gambar berikut.

Diagram phasor hubungan V dan i rangkaian resistor
keyword : Rangkaian Resistor Paralel, Resistor Seri dan Paralel, Dioda Resistor
Pada penggambaran dengan phasor mempunyai ketentuan sebagai berikut.
(1). Panjang phasor menyatakan nilai-nilai maksimum dari tegangan dan arus bolak-balik, yakni Vm dan im.
Proyeksi phasor terhadap sumbu vertikal (sumbu Y) menyatakan nilai-nilai sesaat dari tegangan dan arus bolak-balik, yaitu :
V = Vm . sin ωt dan i = im . sin ωt.
Ampermeter adalah suatu alat ukur yang menera kuat arus listrik dalam satuan amper (A). didalam kepekaan ukur menunjukkan spesifikasi dari alat ukurnya. Cara pemakaian alat ukur amper harus dihubungkan seri terhadap instrumen dari alat pemakai. Untuk mengukur arus yang lebih kecil digunakan alat ukur mili amper meter dan untulk yang lebih kecil dipergunakan mikro amper meter.
Apabila dalam pengukuran arus menggunakan AVO meter, maka selector harus ditempatkan pada posisi DcmA, jika menggunakan AVO analog, maka cara membaca hasil pengukuran adalah batas ukur dibagi dengan penyimpangan skala penuh kemudian dikalikan dengan penunjukkan jarum, atau dapat dituliskan dengan rumus:
Hasil = (batas ukur / simpangan skala penuh) x penunjukan
Misalkan sebuah AVO meter analog untuk mengukur arus dengan batas ukur 10 amper dan simpangan skala penuh 50, apabila penunjukkan jarum pada angka 5, maka besarnya pengukuran adalah: (10/50) x 5 = 1 amper
Apabila dalam pengukuran menggunakan AVO digital, maka pembacaan harga pengukuran tinggal melihat angka yang ditunjukkan dalam layar.
Pengukur amper harus mempunyai komponen tahana yang nilainya sangat kecil, agar tidak menimbulkan kerugian yang berarti terhadap alat yang diukur.
Penyambungan Amper meter
Pengukuran ArusApabila dalam pengukuran arus menggunakan AVO meter, maka selector harus ditempatkan pada posisi DcmA, jika menggunakan AVO analog, maka cara membaca hasil pengukuran adalah batas ukur dibagi dengan penyimpangan skala penuh kemudian dikalikan dengan penunjukkan jarum, atau dapat dituliskan dengan rumus:
Hasil = (batas ukur / simpangan skala penuh) x penunjukan
Misalkan sebuah AVO meter analog untuk mengukur arus dengan batas ukur 10 amper dan simpangan skala penuh 50, apabila penunjukkan jarum pada angka 5, maka besarnya pengukuran adalah: (10/50) x 5 = 1 amper
Apabila dalam pengukuran menggunakan AVO digital, maka pembacaan harga pengukuran tinggal melihat angka yang ditunjukkan dalam layar.
Pengukur amper harus mempunyai komponen tahana yang nilainya sangat kecil, agar tidak menimbulkan kerugian yang berarti terhadap alat yang diukur.
Fungsi Resistor dalam komponen elektronika sangat berpengaruh besar, karena resistor merupakan komponen elektronika dasar yang berfungsi untuk menghambat arus listrik yang melewati suatu rangkaian. Resistor juga merupakan komponen elektronika yang berjenis pasif mempunyai sifat menghambat arus listrik.
Berikut ini beberapa fungsi resistor :
1. Resistor berfungsi sebagai pembagi arus
2. Resistor berfungsi Sebagai pembatas / pengatur arus
3. Resistor berfungsi Sebagai penurun tegangan
4. Resistor berfungsi Sebagai pembagi tegangan
5. Resistor berfungsi Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.
Dapat di simpulkan, bahwa semua rangkaian elektronika selalu menggunakan komponen elektronika yang satu ini. Jadi sangat wajar apabila resistor menjadi komponen elektronika yang paling terkenal dan juga paling banyak di pakai. Simbol dari Resistor adalah ohm, atau biasa di lambangkan dengan simbol Ω.
Selain membahas tentang fungsi resistor, kali ini kita juga akan membahas nilai dan jenis dari resistor. Nilai resistor di bagi menjadi 3 jenis, yaitu :
Jenis-Jenis Resistor juga bermacam-macam, saat ini sudah banyak jenis dari resistor yang banyak di jual di pasaran. Berikut ini kami jelaskan tentang jenis-jenis resistor :
Berikut ini beberapa fungsi resistor :
1. Resistor berfungsi sebagai pembagi arus
2. Resistor berfungsi Sebagai pembatas / pengatur arus
3. Resistor berfungsi Sebagai penurun tegangan
4. Resistor berfungsi Sebagai pembagi tegangan
5. Resistor berfungsi Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.
Dapat di simpulkan, bahwa semua rangkaian elektronika selalu menggunakan komponen elektronika yang satu ini. Jadi sangat wajar apabila resistor menjadi komponen elektronika yang paling terkenal dan juga paling banyak di pakai. Simbol dari Resistor adalah ohm, atau biasa di lambangkan dengan simbol Ω.
Selain membahas tentang fungsi resistor, kali ini kita juga akan membahas nilai dan jenis dari resistor. Nilai resistor di bagi menjadi 3 jenis, yaitu :
- Fixed Resistor : Yaitu resistor yang nilai hambatannya tetap.
- Variable Resistor : Yaitu resistor yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah.
- Resistor Non Linier : Yaitu resistor yang nilai hambatannya tidak linier karena pengaruh faktor lingkungan misalnya suhu dan cahaya.
Jenis-Jenis Resistor juga bermacam-macam, saat ini sudah banyak jenis dari resistor yang banyak di jual di pasaran. Berikut ini kami jelaskan tentang jenis-jenis resistor :
- Resistor Biasa (nilainya tetap) adalah sebuah resistor penghambat gerak arus listrik yang nilainya tidak dapat berubah (konstan). Resistor ini biasanya terbuat dari nikel atau karbon.
- Resistor Variabel (berubah) adalah sebuah resistor yang nilai variabelnya dapat berubah dengan cara memutar atau menggeser.
Fungsi Kapasitor dalam sebuah rangkaian elektronika bermacam-macam, salah satunya adalah sebagai kopling. Mengenai Fungsi Kapasitor bisa si kategorikan sebagai fungsi kopling, karena sifat dasar dari kapasitor yaitu dapat di lalui arus AC dan tidak dapat di lalui arus DC. Komponen ini juga dapat di manfaatkan untuk memisahkan 2 buah rangkaian yang tidak saling terhubung secara DC tetapi terhubung secara ac. Artinya sebuah kapasitor dapat dibilang sebagai kopling atau penghubung antara 2 rangkaian yang berbeda.
Selain sebagai kopling, fungsi kapasitor juga bisa sebagai filter, penggeser fasa, pembangkit frekuensi pada rangkaian oscilator dan juga untuk mencegah percikan bunga api yang biasa terjadi pada sebuah saklar. Contoh dari sebuah kapasitor yang di pakai sebagai filter pada sebuah power supply, sifat dasar dari kapasitor yaitu dapat menyimpan muatan listrik yang berfungsi untuk mendorong tegangan ripple.
Pengertian Kapasitor adalah komponen elektronika yang di gunakan untuk menyimpan muatan listrik, selain itu kapasitor juga dapat di gunakan sebagai penyaring frekuensi. Kapasitas penyimpanan dalam sebuah komponen kapasitor di sebut dengan Farad (F). Sedangkan untuk simbol dari kapasitor di lambangkan dengan C (kapasitor).
Sifat dasar yang di miliki dari fungsi kapasitor adalah dapat menyimpan muatan listrik. Sebuah kapasitor juga mempunyai sifat yang tidak dapat di lalui arus DC (Direct Current0 dan dapat di lalui arus AC (Alternating Current) dan juga dapat berfungsi sebagai impedansi atau resistansi yang nilainya tergantung dari frekuensi yang di berikan.
Kapasitor sebenarnya terbuat dari dua buah lempengan logam yang saling sejajar satu sama lain dan di antara dua kutub terdapat bahan isolator atau juga di sebut sebagai dielektrik. Dielektrik adalah bahan yang dapat mempengaruhi nilai dari kapasitansi kapasitor. Saat ini sudah banyak bahan dielektrik yang di pakai, salah satunya adalah di gunakan sebagai keramik, kertas, udara, metal film gelas dan vakum.
Kapasitor atau yang sering kita sebut dengan kondensator memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tergantung dari kapasitas, cara kerja, tegangan dan lain sebagainya. Fungsi kapasitor di bagi menjadi 2 kelompok, yaitu kapasitor yang memiliki kapasitas tetap dan kapasitor yang memiliki kapasitas tidak tetap.
Selain sebagai kopling, fungsi kapasitor juga bisa sebagai filter, penggeser fasa, pembangkit frekuensi pada rangkaian oscilator dan juga untuk mencegah percikan bunga api yang biasa terjadi pada sebuah saklar. Contoh dari sebuah kapasitor yang di pakai sebagai filter pada sebuah power supply, sifat dasar dari kapasitor yaitu dapat menyimpan muatan listrik yang berfungsi untuk mendorong tegangan ripple.
Pengertian Kapasitor adalah komponen elektronika yang di gunakan untuk menyimpan muatan listrik, selain itu kapasitor juga dapat di gunakan sebagai penyaring frekuensi. Kapasitas penyimpanan dalam sebuah komponen kapasitor di sebut dengan Farad (F). Sedangkan untuk simbol dari kapasitor di lambangkan dengan C (kapasitor).
Kapasitor
Sifat dasar yang di miliki dari fungsi kapasitor adalah dapat menyimpan muatan listrik. Sebuah kapasitor juga mempunyai sifat yang tidak dapat di lalui arus DC (Direct Current0 dan dapat di lalui arus AC (Alternating Current) dan juga dapat berfungsi sebagai impedansi atau resistansi yang nilainya tergantung dari frekuensi yang di berikan.
Kapasitor sebenarnya terbuat dari dua buah lempengan logam yang saling sejajar satu sama lain dan di antara dua kutub terdapat bahan isolator atau juga di sebut sebagai dielektrik. Dielektrik adalah bahan yang dapat mempengaruhi nilai dari kapasitansi kapasitor. Saat ini sudah banyak bahan dielektrik yang di pakai, salah satunya adalah di gunakan sebagai keramik, kertas, udara, metal film gelas dan vakum.
Kapasitor atau yang sering kita sebut dengan kondensator memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tergantung dari kapasitas, cara kerja, tegangan dan lain sebagainya. Fungsi kapasitor di bagi menjadi 2 kelompok, yaitu kapasitor yang memiliki kapasitas tetap dan kapasitor yang memiliki kapasitas tidak tetap.
Rangkaian LED adalah salah satu rangkaian yang paling banyak di gunakan untuk lampu-lampu led. Rangkaian LED (Light Emiting Diode) termasuk jenis dioda semikonduktor. Mengapa di sebut dengan rangkaian led, karena pada saat rangkaian ini di hidupkan akan menyala secara bergantian dari lampu led satu ke lampu led lainnya. Sehingga di sebut dengan rangkaian running led.
Seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan di zaman sekarang, kini lampu led banyak di pakai sebagai penerangan. Sehingga lampu ini dapat mengganti lampu pijar dan lampu neon yang membutuhkan daya cukup besar. Alasan menggunakan lampu led di karenakan lebih awet dan daya yang di butuhkan untuk lampu led juga cukup kecil sehingga dapat menghemat penggunaan listrik.
Lampu LED memiliki kecendrungan polarisari yang mempunyai kutup positif dan kutup negatif, sehingga untuk menyalakan lampu led di butuhkan arus maju atau forward. Jika LED di aliri arus terbalik atau reserve maka komponen chip di dalam LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya, bahkan jika sumber tegangan terlalu besar akan dapat menyebabkan komponen di dalam led rusak.
Apabila kita ingin memasang lampu led yang memiliki tegangan 220 volt, selain tegangan tersebut harus voltase searah dan stabil, juga diperlukan resistor yang berfungsi untuk membatasi arus yang masuk di dalam lampu led. Jika kita hendak memasang rangkaian led pada komponen motor yang menggunakan tegangan aki 12 volt, maka kita harus memasang led warna putih yang berukuran 5 mm.
Setiap warna dalam komponen lampu led mempunyai karakteristik yang berbeda seperti besarnya tegangan dan arus yang di butuhkan untuk membuat chip didalam led yang dapat menghasilkan emisi cahaya. Semakin terang jenis lampu led, maka semakain besar juga drop tegangan dan arus yang di butuhkan.
Karena perbedaan karakteristik inilah, maka kita harus menggunakan rangkaian seri agar setiap lampu led menyala normal. Untuk membuat rangkaian led dan di gabungkan dengan rangkaian seri memang cukup sulit, karena besarnya cahaya yang di hasilkan akan berbeda, bahkan sebagian LED dapat tidak menyala atau redup. Untuk mencegah hal seperti ini, LED yang berwarna harus di pasang paralel dengan resistor pembatas yang di sesuaikan.
Seiring dengan berkembangnya teknologi dan kebutuhan di zaman sekarang, kini lampu led banyak di pakai sebagai penerangan. Sehingga lampu ini dapat mengganti lampu pijar dan lampu neon yang membutuhkan daya cukup besar. Alasan menggunakan lampu led di karenakan lebih awet dan daya yang di butuhkan untuk lampu led juga cukup kecil sehingga dapat menghemat penggunaan listrik.
Lampu LED memiliki kecendrungan polarisari yang mempunyai kutup positif dan kutup negatif, sehingga untuk menyalakan lampu led di butuhkan arus maju atau forward. Jika LED di aliri arus terbalik atau reserve maka komponen chip di dalam LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya, bahkan jika sumber tegangan terlalu besar akan dapat menyebabkan komponen di dalam led rusak.
Apabila kita ingin memasang lampu led yang memiliki tegangan 220 volt, selain tegangan tersebut harus voltase searah dan stabil, juga diperlukan resistor yang berfungsi untuk membatasi arus yang masuk di dalam lampu led. Jika kita hendak memasang rangkaian led pada komponen motor yang menggunakan tegangan aki 12 volt, maka kita harus memasang led warna putih yang berukuran 5 mm.
Setiap warna dalam komponen lampu led mempunyai karakteristik yang berbeda seperti besarnya tegangan dan arus yang di butuhkan untuk membuat chip didalam led yang dapat menghasilkan emisi cahaya. Semakin terang jenis lampu led, maka semakain besar juga drop tegangan dan arus yang di butuhkan.
Karena perbedaan karakteristik inilah, maka kita harus menggunakan rangkaian seri agar setiap lampu led menyala normal. Untuk membuat rangkaian led dan di gabungkan dengan rangkaian seri memang cukup sulit, karena besarnya cahaya yang di hasilkan akan berbeda, bahkan sebagian LED dapat tidak menyala atau redup. Untuk mencegah hal seperti ini, LED yang berwarna harus di pasang paralel dengan resistor pembatas yang di sesuaikan.
Jenis-Jenis Transistor yang paling umum di bedakan menjadi dua jenis, yaitu Transistor Bipolar dan Transistor Efek Medan. Jenis-Jenis Transistor ini sangat menentukan sekali dalam pembuatan rangkaian elektronika. Terutama untuk pembuatan rangkaian amplifier, rangkaian saklar, general purpose, rangkaian audio, tegangan tinggi dan masih banyak lagi yang lainnya.
Transistor Bipolar atau nama lainnya adalah transistor dwikutub adalah jenis transistor paling umum di gunakan dalam dunia elektronik. Di dalam transistor ini terdapat 3 lapisan material semikonduktor yang terdiri dari dua lapisan inti, yaitu lapisan P-N-P dan lapisan N-P-N. Transistor bipolar juga memiliki 3 kaki yang masing masing di beri nama Basis (B), Kolektor (K) dan Emiter (E). Perbedaan antara fungsi dan jenis-jenis transisor ini terlihat pada polaritas pemberian tegangan bias dan arah arus listrik yang berlawanan.
Transistor Efek Medan atau biasa di singkat FET adalah transistor yang juga memiliki 3 kaki terminal yang masing masing di beri nama Drain (D), Source (S) dan Gate (G). Sistem kerja FET adalah dengan cara mengendalikan aliran elektron dari terminal Source ke Drain melalui tegangan yang di berikan pada terminal Gate.
Pada saat ini jenis-jenis transistor FET di bagi menjadi dua tipe, yaitu enhancement mode dan depletion mode. Kedua mode ini menandakan polaritas tegangan gate di bandingkan dengan source pada saat FET menghantarkan listrik. Sebagai contoh dalam depletion mode, di sini gate adalah negatif di bandingkan dengan source, sedangkan dalam enhancement mode, gate adalah positif. Jika tegangan pada gate di rubah menjadi positif, maka aliran arus kedua mode di antara source dan drain akan meningkat.
Transistor Bipolar atau nama lainnya adalah transistor dwikutub adalah jenis transistor paling umum di gunakan dalam dunia elektronik. Di dalam transistor ini terdapat 3 lapisan material semikonduktor yang terdiri dari dua lapisan inti, yaitu lapisan P-N-P dan lapisan N-P-N. Transistor bipolar juga memiliki 3 kaki yang masing masing di beri nama Basis (B), Kolektor (K) dan Emiter (E). Perbedaan antara fungsi dan jenis-jenis transisor ini terlihat pada polaritas pemberian tegangan bias dan arah arus listrik yang berlawanan.
Perubahan arus listrik dari jumlah kecil dapat menimbulkan efek perubahan arus listrik dalam jumlah besar khususnya pada terminal kolektor. Prinsip kerja ini lah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat elektronik.
Transistor Efek Medan atau biasa di singkat FET adalah transistor yang juga memiliki 3 kaki terminal yang masing masing di beri nama Drain (D), Source (S) dan Gate (G). Sistem kerja FET adalah dengan cara mengendalikan aliran elektron dari terminal Source ke Drain melalui tegangan yang di berikan pada terminal Gate.
Pada saat ini jenis-jenis transistor FET di bagi menjadi dua tipe, yaitu enhancement mode dan depletion mode. Kedua mode ini menandakan polaritas tegangan gate di bandingkan dengan source pada saat FET menghantarkan listrik. Sebagai contoh dalam depletion mode, di sini gate adalah negatif di bandingkan dengan source, sedangkan dalam enhancement mode, gate adalah positif. Jika tegangan pada gate di rubah menjadi positif, maka aliran arus kedua mode di antara source dan drain akan meningkat.